Bunaken National Park - Management Advisory Board
language:
email
password
 

Download Area

Guestbook

Contact Us

 

Locations of visitors to this page

search :

 

 

PETUGAS POLAIR BERHASIL SELAMATKAN 3 EKOR PENYU SISIK

Manado -1 April 2009,

Sebanyak 3 (tiga) ekor Penyu Sisik yang merupakan Satwa Liar yang mendapat perlindungan pemerintah berhasil diselamatkan Polisi Perairan Manado bekerjasama dengan Dewan Pengelolaan Taman Nasional Bunaken (DPTNB), Selasa 31 Maret 2009 kemarin di Perairan Desa Tampi Pula u Nain Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Bersama dengan barang bukti tersebut, ikut pula diidentifikasi 1 (satu) orang tersangka berinisial M alias Maxi Warga Tagulandang selaku pelaku penangkapan satwa langka itu. Menurut Kepala Pos Polisi Perairan Kota Manado AKP Bakari, Operasi yang dilakukan oleh Kapal Patroli 291 itu dilakukan sekitar jam 20.00 Wita dan berhasil mengamankan 3 (tiga) ekor Penyu jenis Sisik dengan ukuran panjang rata-rata 51 Cm dan lebar 50 Cm.

‘’Setelah diidentifikasi, ketiga ekor penyu masing-masing 1 jantan dan 2 ekor betina tersebut langsung dikembalikan ke habitat mereka di perairan depan Pula u Bunaken,’’ kata Bakari. Penyu merupakan satwa yang dilindungi dengan UU no. 5 tahun 2000 dan PP 7/1999.

Sementara itu, Briptu Dumadi yang bertindak selaku Komandan Operasi mengatakan, setelah memperoleh informasi dari DPTNB bahwa di Pula u Nain terjadi penangkapan penyu secara besar-besaran pihaknya bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) langsung bergerak ke lokasi untuk mengecek kebenarannya. Dikatakan, setelah tiba di lokasi, mereka menemukan seorang tersangka berinisial M dengan barang bukti sejumlah penyu sisik yang dilindungi dan saat itu juga barang bukti langsung diamankan. ‘’Barang bukti sebenarnya ada 5 ekor penyu namun yang berhasil diamankan hanya 3 ekor sebab 1 ekor sudah dalam keadaan terpotong-potong dan 1 ekor lagi sudah dibawa ke Manado,’’ katanya.

Dilain pihak, Direktur Eksekutif DPTNB Angelique Batuna mengatakan, masalah penangkapan satwa liar yang dilindungi dan kegiatan peru s akan lingkungan sering terjadi di Wilayah Taman Nasional Bunaken. Untuk itu dia mengharapkan agar pihak yang berwenang dapat lebih serius dalam menindak para pelaku pelanggaran perusakan lingkungan tersebut agar ada efek jera yang ditimbulkan sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi pihak lainnya yang coba-coba melakukan peru s akan lingkungan. ‘’Harus ada proses hukum yang jelas dan sanksi tegas bagi mereka yang melakukan pelanggaran peru s akan lingkungan. Sebab seringkali terjadi setelah ada operasi penangkapan seperti ini, proses hukumnya tidak selesai dan pelaku bebas berkeliaran dan kemudian kembali mengulangi perbuatannya,’’ ujar Batuna.

Menurut catatan DPTNB, sepanjang Bulan Maret 2009 ini ada beberapa kali terjadi pelanggaran peru s akan lingkungan di Wilayah Taman Nasional Bunaken diantaranya yaitu, perambahan kayu bakau, pemotongan kayu hitam, pengangkatan karang dan penangkapan Ikan dengan menggunakan Sianida.

Informasi lanjut bisa diperoleh di :

AKP Bakari : 0852 4028 4096
Angelique Batuna : 0812 430 3770


Fakta tentang Penyu

• Siklus hidup : 99% di laut, 1% di darat (pantai peneluran) bagi penyu betina untuk bertelur.

• Habitat penting untuk mempertahankan hidupnya yang saling berjauhan (Pantai Peneluran di Papua, habitat Pakan di Kepulauan Kei atau di Pantai Barat Amerika

• 1 penyu bertelur kira2 5 sarang/ musim.. rata2 75% tiap sarang berhasil menetas..

• Diperkirakan dari 1000 tukik yang berhasi ditetaskan, hanya 1 yang mungkin bisa mencapai ukuran dewasa, karena ancaman alami (predator spt hiu, burung laut) yang sangat tinggi pada waktu penyu masih berukuran kecil.

• Penyu laut akan kembali ke kawasan peneluaran asalnya untuk bertelur

• Penyu perlu 15 tahun untuk bisa bereproduksi (bertelur), dan tidak bertelur setiap tahun, namun 4-5 tahun tergantung kualitas makanan di habitat pakannya.

Kesimpulan !!! Penyu Laut Mudah Punah bila ada tekanan/ ancaman yang besar diluar ancaman alami yang biasa dihadapi.


top